5 Negara Yang Terancam Mengalami Kepunahan Lahan Hutan

Paru-paru Dunia itu sendiri merupakan salah satu pelestarian dari sebuah negara yang melindungi ekosistem perhutanan yang dimiliki oleh negara itu sendiri. Hutan pada dasarnya merupakan salah satu wilayah atau kawasan yang dimana sudah ditumbuhi oleh lebatnya pepohonan dan juga tumbuhan yang lainnya. hutan ini sendiri sebagai salah satu suplai utama dalam penyediaan oksigen dan juga menjadi paru-paru bagi dunia makhluk hidup. Hutan juga dinilai sebagai salah satu dari sumber kenaekaragaman hayati dan juga sumber daya alam yang bisa dinikmati hasilnya oleh manusia sejak zaman dahulu.

Nah, selain dari Matahari, hutan juga menjadi salah satu komponen Biosfer yang paling penting sebagai salah satu sumber Energi bagi dunia. Karena itulah, Hutan harus terus di jaga. Sebenarnya bukan kita yang menjaga hutan ini, melainkan hutanlah yang telah menjaga kita sejak dulu. Dimana , Hutan telah mencegah pemanasan global. Lalu memastikan persediaan air yang sangat bersih bagi semua makhluk hidup, dan juga sebagai rumah untuk bermacam-macam tumbuhan serta satwa lainnya.

Bisa dilihat bukan, begitu besarnya jasa hutan kepada umat manusia. Bisa dibayangkan, jika satu pohon saja bisa untuk mengikat emisi karbon jahat yang dihasilkan oleh satu kendaraan bermotor selama satu tahun lamanya. Selain daripada itu, pohon juga penyumbang besar ketentraman oksigen yang di butuhkan makhluk hidup ya guys. Dari sini bisa dilihat, walau begitu ada beberapa negara nih yang memiliki lahan perhutanan yang luas namun akan terancam mengalami kerusakan yang parah.

Negara Yang Terancam Rusak Lahan Perhutanannya

# Negara Brazil

Terkenal dengan negara yang berhasil untuk memperoleh biji kopi terbesar di dunia, serta sebagai salah satu penghasil karet terbanyak di negara tersebut menjadikan negara ini semakin terkenal di dunia dan menjadi negara yang masuk kedalam kategori negara bagi Paru-Paru dunia. Bisa dikatakan dengan data presentase senilai 55,37% luas dari negara Brazil ini sendiri terisi oleh Hutan semua. Salah satunya yang paling terkenal di seluruh Dunia yakni hutan Amazon. Hutan inilah yang menjadikan negara Brazil menjadi negara dengan sebutan Paru-Paru Dunia atau paru-parunya bagi bumi.

Namun, hutan yang disebut sebagai paru-paru dunia ini, terancam dengan keberadaan Deforesasi akibat dari pembabatan hutan untuk lahan peternakan sapi serta pertanian. Jika nantinya hal ini tidak langsung di tindak lanjuti dengan secara tepat. Maka, bisa memberikan kerugian yang sangat besar. Selain mengancam bagi rumah para stwa, juga bisa mengancam semua makhluk hidup yang tinggal di dalam hutan Amazon ini.. sekitar 20% sudah Hutan Amazon sebagai salah satu penyumbang 20% oksigen bagi bumi serta Drainase terbesar yang ada di dunia.

# Negara Amerika

Lanjut lagi negara Amerika. Jika sebelumnya ada Hutan Amazon, maka di Amerika terkenal dengan hutan Atlantik, Gran Chaco serta Cerrado di wilayah Amerika Selatan. Yang didukung juga dengan adanya Hutan Choco Darien di wilayah Amerika Tengah. nah, wilayah inilah berurutan menempati urutan yang tinggi bagi hutan yang nantinya akan terancam WWF. Deforesasi seperti Hutan Amazon tadi. Kalau di Amerika sendiri terjadi akibata danya konversi lahan yang menjadi lahan pertanian, peternakan dan selanjutnya padang rumput serta pertambangan.

Negara Amerika ini ternyata telah menempati negara dengan peringkat pertama dalam pencemaran emoso Co2 serta no 2 untuk perusakan bagi habitat alam yang ada. Hal ini bukan lain karena tidak ada sebab, justru tersebabkan dari adanya penggunaan Nitrogen, Fosfor serta terdapat Potassium terbesar yang akan menyebabkan pencemaran dan juga perusakan habitat alamnya. Masalah prilaku buruk, jelas negara ini melampaui negara-negara lainnya.

# Negara Indonesia

Indonesia sendiri bisa termasuk kedalam kategori Negara dengan lahan hutan yang luas namun . daerah di Indonesia yang megalami ancaman tersebut ialah wilayah Kalimantan ( Sumatera ) serta Papua ( wilayah Timur sana ).

Bisa langsung kita ambil contoh di Kalimantan pada Hutan Boreneo, sudah menempati urutan ke 3 hutan yang terancam adanya WWF. Deforesai yang lanjut lagi disusul oleh wilayah Papua serta wilayah Sumatera yang masing-masing di wilayah tersebut masuk kedalam peringkat ke 10 lalu disusul dengan peringkat selanjutnya yakni peringkat ke 11. Track Record dari orang Indonesia sendiri ialah sduah mencapai pada masa deforesasi yang Ilegal dan sudah tidak menjadi salah satu hal yang tidaklah rahasia lagi. Malah sudah masuk kedalam konsumsi dari masyarakat itu sendiri.

Hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah fakta di tahun 1950 an sampai saat ini indonesia sudah kehilangan 50% hutan yang dimiliki oleh negara kita. tercatat sudah menurut dari Global forest Watch, Indonesia sudah menempati peringkat ke 2 mengenai hilangnya hutan alam dan juga peringkat ke 3 dalam hilangnya emisi Co2.

Hal ini disebabkan dengan jelas adanya akibat dari penebangan liar yang sudah mulai banyak dirasakan saat ini. rusaknya hutan – hutan di daerah tersebut menambah angka parah pada ekosistem hutan yang dimiliki oleh negara Indonesia. Apalagi semenjak adanya kebakaran hutan di Kalimantan yang menimbulkan banyak sekali kabut asap yang sangat amat banyak. Bahkan, dampak dari itu semua berpengaruh kepada warga masyarakatnya yang menderita penyakit ISPA. Dari sini kita bisa ketahui, Oksigen itu memiliki nilai jual yang sangatlah mahal dan juga sangatlah langka. Pada saat terjadinya masalah itu, daerah Palangkaraya, apoteknya sudah muali kehabisan stok oksigen.

# Negara Afrika

Afrika ikut adil mengambil bagian menjadi negara yang memiliki ekosistem hutan yang sangat kacau. Hutan Hujan Tropis yang dimiliki oleh Afrika yang sangat amat luas di dunia ini sudah melewati Hutan Congo Basin, yang menempati urutan ke 6 dalam kerusakan hutan yang terjadi. Sama seperti Indonesia, dimana hal ini disebabkan langsung dengan adanya penebangan liar yang ditujukkan langsung dlam tujuan komersial sehingga mengalami yang namanya tingkatan deforesasi yang tinggi. Selain itu juga, hutan dekat dengan pesisir Tranzania sudah mengalami hal yang sama dan tingkat dari kerusakan hutannya juga sudah masuk kedalam urutan no 7 di dunia.

Sayang sekali si jika itu benar terjadi, pasalnya kita tahu. Hutan Hujan Tropis ini sangat amat membantu dalam penyerapan air hujan yang jatuh. Selain daripada itu, keragaman hayati Hutan Hujan Tropis ini sangatlah amat kaya. Sudah dibuktikan dengan ditemukannya tumbuhan oabt-obatan di hutan tipe seperti ini. NCI sendiri sudah mengatakan juga 70% sudah, bahan untuk obat kanker itu di temukan di hutan Hujan Tropis ini.

# Negara Australia

Terakhir wilayah Australia. Dengan wilayah 21,23% luas dari hutannya sudah mendapati kerusakan yang umum. WWF. Deforesasi ini sudah dikatakan terjadi akibat adanya konversi lahan yang menjadi padang rumput, tempat tinggal juga dan juga sebagai lahan peternakan. Yang menyebabkan Australia harus rela kehilangan sebagian lahan hutan yang dimilikinya tersebut.