Ciri-ciri Hutan Sabana dan Penjelasannya

Ada banyak sekali jenis-jenis hutan yang ada di dunia ini. Berbagai macam jenis hutan ini juga dapat dilihat dari berbagai macam karakteristik. Karakteristik untuk menggolongkan jenis hutan sendiri dapat dilihat dari berbagai macam jenis- jenis pohon yang tumbuh di hutan tersebut, dapat juga dilihat dari berbagai macam jenis iklimnya, ataupun dilihat dari bentukan hutan itu sendiri. Salah satu dari jenis hutan yang akan dibahas dalam artikel kali ini adalah hutan sabana.

Ciri-ciri Hutan Sabana dan Penjelasannya

Sabana, barangkali seringkali kita mendengar kata-kata ini. Sabana ini seringkali muncul beriringan dengan adanya stepa. Ya, memang kedua hutan ini tersebut ekosistemnya dikatakan mirip dan hanya mempunyai sedikit perbedaan tertentu saja. Sabana sendiri sebagai sebuah padang rumput yang sebagian besar dipenuhi oleh berbagai macam semak- semak atau tanaman perdu yang terkadang diselingi juga oleh beberapa jenis pohon (seperti palem dan juga akasia)yang tumbuhnya akan menyebar.

Dalam artikel ini nantinya kita akan membahas mengenai sebuah situs s128 sabung ayam dan hutan sabana, yakni mengenai beberapa ciri- ciri ataupun juga karakteristik yang dimiliki oleh hutan sabana tersebut. Seperti jenis hutan yang lainnya di dunia ini, hutan sabana ini mempunyai berbagai macam ciri khusus yang membedakannya dengan beberapa jenis hutan yang lainnya. Ada ciri ciri hutan sabana yang tentunya perlu kita ketahui bersama, di antaranya.

Berada di Iklim Tropis

Ada atau hutan sabana adalah jenis hutan yang biasanya terdapat di daerah yang mempunyai iklim tropis. Atau sebuah daerah khatulistiwa, Ciri khusus dari suatu hutan biasanya akan dilihat dari keberadaan hutan tersebut. Hal ini juga dapat berlaku pada hutan sabana. Hutan sabana merupakan sebuah hutan yang berada di daerah khatulistiwa atau daerah yang memiliki sebuah iklim tropis.

Beberapa negara yang mempunyai iklim tropis mempunyai hutan ekosistem dari hutan sabana, salah satunya seperti Indonesia. Salah satu alasan mengapa sabana ini berada di wilayah yang tropis dikarenakan jumlah curah hujan yang turun di daerah tersebut. Sabana ini lebih berada di daerah yang panas daripada sebuah daerah yang lembab atau sebuah daerah yang tidak terlalu panas.

Mempunyai Curah Hujan Musiman

Salah satu yang menjadi faktor untuk dapat membentuk padang atau sebuah hutan sabana adalah curah hujan yang bersifat musiman. Hujan yang musiman ini dapat menjadi salah satu faktor pokok yang menyebabkan terbentuknya padang sabana ini.

Curah hujan sedang dan cenderung tidak teratur

Padang atau sebuah hutan sabana terbentuk karena adanya curah hujan yang turun secara musiman atau hanya pada musim hujan saja. Selain curah hujan yang turun secara musiman, yang juga ikut mempengaruhi terbentuknya sebuah hutan sabana adalah curah hujan dengan intensitas yang cukup sedang dan cenderung tidak teratur. Padang atau hutan sabana tidak memerlukan banyak air, seperti yang dibutuhkan pada jenis hutan- hutan lainnya.

Mempunyai curah hujan sebanyak 100 hingga 150 mm/ tahun

Biarpun hutan sabana ini tidak terlalu membutuhkan banyak curah hujan, maka itu curah hujan yang turun di sekitar padang atau hutan sabana pun juga tidak terlalu banyak, padang atau hutan sabana nantinya hanya mempunyai curah hujan sebanyak 100 hingga 150 mm/ tahun saja. Curah hujan ini bukan termasuk curah hujan yang cukup tinggi.

Mempunyai suhu yang panas sepanjang tahun

Padang atau sebuah hutan sabana merupakan sebuah hutan dengan tanah beriklim panas. Maka dari itu salah satu dari ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau sebuah padang sabana ini adalah adanya sebuah suhu panas di sepanjang tahunnya. Meskipun terkadang terdapat hujan yang turun secara musiman, namun rata- rata suhu yang terdapat di wilayah hutan sabana tersebut tergolong ke dalam suhu yang cukup panas. Maka dari itulah hutan padang sabana ini nantinya harus tumbuh di daerah beriklim tropis yang mempunyai suhu panas.

Sistem pengairan dan resapan air

Salah satu dari ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau sebuah padang sabana yaitu mempunyai porositas atau resapan air dan juga sistem drainase atau pengairan yang cukup baik. Oleh karena itu tanah yang ada di dalam padang atau hutan sabana ini cenderung tidak lembab dan juga tidak becek seperti tanah-tanah yang berada di hutan-hutan pada umumnya.

Bisa berubah menjadi semak belukar atau hutan basah

Padang ataupun juga sebuah hutan sabana ini juga bisa berubah menjadi berbagai macam bentuk, seperti semak belukar ataupun juga hutan basah. Perubahan ini nantinya akan terjadi ketika padang atau hutan sabana bertemu dengan curah hujan yang tinggi ataupun yang juga rendah sekali. Hutan sabana akan berubah menjadi sebuah semak belukar apabila terbentuknya mengarah pada daerah yang mempunyai sebuah intensitas hujan yang semakin rendah dibanding biasanya.

Sebaliknya, apabila hutan sabana tersebut terbentuknya di daerah yang intensitas hujannya semakin tinggi dan tinggi, maka hutan atau padang sabana ini dapat berubah menjadi sebuah hutan basah. Maka dari itulah curah hujan yang cukup seimbang akan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup dari hutan sabana ini.

Hewan herbivora maupun karnivora

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh hutan ataupun juga padang sabana adalah memiliki hewan karnivora ataupun juga herbivora. Seperti jenis hutan yang lainnya, hutan sabana juga merupakan tempat tinggal bagi beberapa hewan di dalamnya. Beberapa hewan yang tinggal di hutan sabana antara lain seperti singa, macan tutul, zebra, gajah, jerapah, dan juga lain sebagainya.

Wisata Hutan Sabana di Indonesia

Sabana juga tersebar luas di wilayah Indonesia. Kebanyakan dari sabana tersebut berada di wilayah Indonesia bagian timur. Bahkan padang sabana yang ada di sana juga dijadikan sebuah tempat wisata atau spot berpetualang bagi mereka yang memang senang melakukan petualangan. Beberapa wilayah dari padang rumput sabana yang ada di Indonesia diantaranya seperti :

Sabana Sumba Timur di NTT

Wilayah NTT atau Nusa Tenggara Timur diketahui memiliki wilayah yang kaya akan hutan sabananya. Salah satu yang juga paling terkenal adalah Sabana Sumba Timur. Wilayah dari padang rumput yang satu ini menjadi salah satu bagian paling luar dari wilayah Indonesia yang terdapat di bagian timur. Biasanya lingkungan sabana di sana dijadikan sebagai lahan peternakan oleh warga setempat. Ada banyak jenis hewan yang juga hidup dengan bebas di sana seperti misalnya Sapi, Kuda Sumbawa, Kerbau dan binatang-binatang lainnya.

Sabana Sembalun di Gunung

Tahukah Anda dengan wilayah Sembalun? Wilayah sabana tersebut lokasinya berada dekat dengan Gunung Rinjani. Sembalun ini juga dikenal sebagai salah satu dari jalur pendakian menuju ke Gunung Rinjani. Padang sabana disana membentang sekitar 6 Km di bagian timur dalam jalur pendakian Gunung Rinjani. Sabana Sembalun juga membentang luas dari basecampnya hingga ke pos 3 yang terdapat pada jalur pendakian Rinjani, dan memiliki ketinggian yaitu sekitar 2631 mdpl.

Demikian itulah beberapa ciri-ciri dan penjelasan dari hutan sabana. Hutan Sabana di Indonesia terdapat di wilayah Indonesia Timur, yaitu di Sumba NTT. Wilayah sabana mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis hutan lainnya. Oleh karena itu penting untuk kita dapat menjaga ekosistem dari hutan sabana tersebut. Terimakasih!

Selain Hutan, Inilah Ekosistem Yang Ada Di Indonesia

Dimana, di bumi kita ini untuk ekosistem pertahannya bukan hanya ekosistem pada hutannya saja melainkan beberapa ekositem lainnya yang juga harus kita lestarikan agar tidak mudah hilang karena kelalaian dari manusia dalam menjaga ekosistem ini. sudah pasti, di dalam kehidupan manusia itu akan selalu ada timbal balik antara manusia, tumbuhan serta tempat untuk bertumbuhnya itu sendiri. Dari adanya interaksi ini antara hubungan makhluk hidup dengan lingkungan yang memang untuk membentuk suatu system ekologi inilah yang nanti akan di sebut menjadi Ekosistem.

Kalian bisa lihat di sekitar kalian, pasalnya akan terdapat 2 jenis komponen utama yang ada di ruang lingkup kalian seperti : Komponen Biotik dan juga Komponen Abiotik.

Salah Satu Contoh Hutan Yang Asri

Dan dari 2 komponen ini sendiri merupakan makhluk hidup yang memang tidak akan bisa lepas dari adanya lingkungan terse       but. Dan dari sinilah kita juga bisa mengetahui beberapa jenis ekosistem yang berbeda-beda pada tiap Negara yang ada. Misalnya saja seperti di Indonesia sendiri. Memiliki beberapa ekosistem hutan dan jenis lainnya yang memang harus kalian lestarikan seperti apa yang akan kita jabarkan di bawah ini.

Secara Luas Yang Di Maksud Dengan Ekosistem

Dari sedikitnya ada penjelasan ekosistem itu sendiri merupakan sebuah kesatuan komunitas dan juga adanya lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi untuk membentuk hubungan timbal balik. Misalnya saja pada komunitas Ikan Air Tawar, yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan Ikan, Ai, Udara, Kolam, Tanah serta membutuhkan sinaran matahari.

Untuk ukuran ekosistem ini sendiri memanglah memiliki ukuran yang berbeda, dari ekosistem kecil yang bisa membentuk ekosistem yang besar. Dan ekosistem yang besar inilah di sebut dengan Biosfer. Nah, mengenai ekosistem alami ini bisa kita berikan contoh seperti Sungai, Laut, dan juga Gunung. Sedangkan untuk ekosistem buatan ini sendiri di bentuk oleh manusia seperti Kolam, Ikan, Akuarium, Waduk dan juga Sawah.

Ekosistem – Ekosistem di Indonesia

# Hutan Hujan Tropis

Ini menjadi ekosistem hutan pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Jika dilihat langsung dilintasi garis Khatulistiwa yang membuat Indonesia untuk menjadi salaha satu Negara yang memanglah sudah di anugerahi dengan adanya Hutan Hujan Tropis yang sangatlah subur. Tak hany sebuah flora saja, tetapi mengenai faunannya sangatlah beragam. Selain memang untuk memiliki sebuah panorama yang memanglah sangat menawan, keindahan ekowisata yang akan memiliki sebuah pemandangan yang High Class di mata dunia. Dan mengenai Hutan Hujan ini sangat banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan dan juga Papua.

# Hutan Sabana

Yang kedua ialah Ekosistem Hutan yang langsung di berikan tuhan ke Indonesia. Yakni, ini menjadi Hutan yang memang memiliki area yang ditumbuhi langsung oleh pepohonan dan juga tumbuhan lainnya. Hutan selain memiliki fungsi sebagai paru-paru dunia yang memang menyediakan cadangan air dan oksigen lalu juga memang menjadi rumah bagi banyak Flora serta Fauna. Dari yang biasa hingga yang mematikan pun pasti akan mengisi tiap hutan tersebut.

Nah mengenai hutan Sabana ini sendiri memiliki iklim yang tropis. Terdapatnya di Porvinsi Nusa Tenggara Timur serta Papua. Memanglah, Papua menjadi wilayah yang bagus sekali dengan sector ekosistem alamnya. Ekosistem ini juga di dominasi oleh rumput dan juga semak-semak akasia. Untuk curah hujan sendiri berkisaran 95 sampai 150 cm untuk per tahunnya. Mengenai jenis hewan yang biasanya hidup di hutan Sabana ini mencakup Gajah, Kuda, Macan Tutul, Singa serta hewan pengerat lainnya yang terdapat di dalam hutan tersebut.

# Ekosistem Pergunungan

Jika sebelumnya sudah di ketahui bahwasannya di Indonesia sendiri memiliki 2 ciri khas yang nyata bagi Indonesia. Nah, disini tedapat ssebuah pergunungan yang sangat menjulang. Dimana ini menjadi ekositem ke 3 yang memang sangatlah banyak di Indonesia ini. ekosistem pegunungan di Indonesia ini sendiri memanglah memiliki sebuah karakteristik yang langsung di andai dengan adanya sebuah ketinggian dari adanya permukaan laut atau dpl yang sangat besar. Di pegunungan ini pun juga sudah memberikan sebuah suhu yang sangatlah sejuk , terdapat sebuah lereng yang sangat curam, lalu juga ada daya curah hujan yang memanglah relative tinggi, serta mengenai rawan bencana terutama banget dalam bencana longsor dan juga tedapat letusan gunung api.

Nah, dari sebagian besar kawasan pegunungan ini akan memiliki sebuah ekosistem yang sangatlah khas dan juga kemudian bisa di konservasikan dalam berbagai bentuk kawasan lindung. Nah, misalnya seperti ada Taman Nasional, lalu juga terdapat Hutan Lindung, dan juga terdapat sebuah Kawasan Rawan Bencana serta memiliki juga kawasan Daerah Aliran Sungai atau DAS.

# Ekosistem Lautan

Untuk ekosistem lainnya yang berada di Indonesia ini menjadi ekosistem ke 4 yang di miliki oleh Indonesia seperti Laut. Untuk wisata yang memang ada pada garis depannya yakni pantai. Mengenai garis pantai yang berada di Indonesia ini sendiri memanglah sangat panjang untuk bisa membutuhkan untuk perhatian khusus yang memanglah terjalin demi sebuah keberlangsungan ekosistem laut serta ekosistem pantai. Nah, Pak Presiden Joko Widodo juga sudah menandatangani secara langsung perihal Perpres atau Peraturan Presiden yang tercatat sudah pada nomor 85 tahun 2015 yang menjelaskan langsung mengenai Komite Nasional Prakarsa Segitiga Karang yang memanglah untuk Terumbu Karang itu sendiri, juga untuk perikanannya, dan juga mengenai Ketahanan Pangan atau bisa di sebut juga dengan Komite Nasional CTI – CFF Indonesia yang ada.

Mengenai kerjasama ini sendiri juga memiliki tujuan untuk mengatasi adanya sebuah ancaman yang ada padaekositem lautnya, ada juga pesisirnya, dan juga beberapa pulau kecil yang berada di dalam wiliyah segitiga karang dunia melalui sebuah kecepatan dan juga tindakan dari kolaboratif dengan memiliki pertimbangan yang mengacu pada partisipasi sebagai sebuah pemangku yang sangat berkepentingan di dalam lingkup Negara-negara yang berada di kawasan segitiga karang dunia ini. nah mengenai ekosistem laut yang memanglah deket sekali denga pantai ini diisi dengan : Terumbu Karang, Plankton, serta memiliki tanaman pinggir pantai, kelomang kecil serta sedikitnya ada kepiting – kepitng kecil.

Kerusakan Pada Ekosistem Hutan

Mengenai ekosistem alam yaitu hutan ini akan sangat mudah mengalami sebuah kerusakan yang sudah sering terjadi di Indonesia ini. dimana kerusakan ini sendiri diisi langsung dengan :

  • Penebangan liar pepohonan yang ada. Ntah itu di tebang karena tangan manusia yang mengambil untuk keperluan usaha furniturenya, ada juga untuk kayu-kayu bakar, pembuatan kertas dll.
  • Terdapat banyak sekali kebakaran hutan. Mengakibatkan fauna di dalam hutan menjadi musnah.
  • Ada juga peramban hutan yang dimana para petani yang memanglah bercocok tanam tahunan yang berakibat langsung kepada sebuah ancaman bagi kelestarian hutan itu sendiri.

Nah, itu setidaknya beberapa ekosistem alam yang ada yakni Hutan, Laut, dan juga pegunungannya. Ditambah lagi, kalian juga mengetahui beberapa factor yang biasa sekali memicu kerusakan di dalam hutan itu sendiri. Maka dari itu, lestarikanlah dari sekarang Ekosistem Hutan yang ada di Indonesia ini.