Ciri-ciri Hutan Hujan Tropis dan Manfaat Hutan

Hutan tersebar di seluruh dunia, mulai itu berada di wilayah yang memiliki iklim sedang hingga yang berada di garis khatulistiwa, jenis hutan pun sangat bermacam-macam mulai dari hutan homogen yang seringkali dijumpai di daratan Eropa dan juga Amerika Utara hingga tropica yang lebih dikenal dengan nama hutan hujan tropis. Karena hutan merupakan  sekumpulan tumbuhan yang membentuk sebuah bioma, maka tentu saja memerlukan sinar matahari dalam perkembangannya.

Bumi berputar pada sumbunya dengan kemiringan hingga 23.5 derajat, hal ini menyebabkan matahari tidak selalu menyinari wilayah yang berada pada garis lintang tinggi sehingga terjadinya berbagai musim seperti semi, panas, gugur dan dingin. Sementara itu, untuk wilayah disekitar garis khatulistiwa menerima sinar matahari stabil sepanjang tahun dan hal ini menjadikan daerah tropis memiliki hutan dengan keanekaragaman hayati tinggi.

Pengertian Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan sekumpulan pohon dan berbagai tanaman yang membentuk sebuah bioma hutan dengan suhu hangat, lembab dan curah hujan tinggi dan terletak di sekitar garis khatulistiwa yakni antara 23.5 derajat LU hingga 23.5 derajat LS. Namun berdasarkan pengamatan hutan hujan tropis terkonsentrasi terutama antara 10 derajat LU hingga 10 derajat LS. Dengan melihat posisi berdasarkan garis lintang, maka hutan hujan tropis hanya berada di wilayah asia tenggara terutama Indonesia, malaysia dan thailand, wilayah afrika terutama di negara kongo sekitarnya serta pada wilayah lembah sungai amazon yang meliputi negara brazil, venezuela, kolombia dan bolivia.

Karena kondisi wilayah khatulistiwa sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup maka sumber daya hayati yang ada didalamnya sangat banyak, lebih dari setengah spesies flora dan fauna dunia tersebar di hutan hujan tropis, sebagian dari tumbuh tumbuhan yang ada disana dapat dikembangkan menjadi obat obatan. Itulah kenapa hutan tropis sering dijuluki “Laboratorium farmasi terbesar dunia” karena 25 persen obat modern bersumber dari tanaman yang ada di hutan tropis ini.

Manfaat Hutan Hujan Tropis

Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki berbagai manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Keberadaan hutan hujan tropis tidak hanya menyeimbangkan ekosistem suatu daerah, namun juga untuk masyarakat dunia. Selain itu, masih banyak manfaat hutan hujan tropis bagi kehidupan sehari-hari, di antaranya sebagai berikut:

  • Menyeimbangkan ekosistem
  • Menyuplai oksigen
  • Mencegah banjir dan tanah longsor
  • Menjadi habitat satwa
  • Menjadi daerah resapan air

Mengenal Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan salah satu jenis bioma yang memiliki variasi suhu dan kelembaban tinggi. Hutan ini  memiliki rata-rata suhu 25 derajat celcius dan curah hujan yang sangat tinggi serta tersebar sepanjang tahun yaitu antara 200 hingga 400 cm per tahun.

Secara definisi, hutan hujan tropis adalah hutan dengan keadaan iklim yang selalu basah, tanah kering di daratan, dan selalu hijau. Umumnya, lapis pertama hutan hujan tropis berisi pepohonan dengan tajuk tidak berurutan dengan sedikit susunan cabang. Sedangkan, lapis berikutnya adalah kanopi utama yang terdiri dari jenis pohon ramping dengan ketinggian berkisar 30-40 m.

Ciri-ciri Hutan Hujan Tropis

Wilayah tropis selalu terkena sinar matahari sepanjang tahun karena posisinya tepat berada ditengah sehingga cenderung tidak terpengaruh oleh gerak semu tahunan matahari. Pada bulan desember ketika sinar matahari dominan di belahan bumi selatan, daerah khatulistiwa tetap dapat dijangkau oleh sinar matahari, begitu juga sebaliknya pada bulan juni ketika belahan bumi utara dominan terkena sinar matahari.

Suhu yang selalu hangat ditambah curah hujan tahunan yang tinggi (200 hingga 350 cm) menyebabkan semua jenis tumbuhan dapat hidup, begitu juga dengan hewan. Berikut ciri ciri hutan hujan tropis beserta penjelasannya.

  • Memiliki Pohon Tinggi Berdaun Lebat

Karena penyinaran matahari berlangsung sepanjang tahun maka memungkinkan pepohonan dapat tumbuh dengan optimal sehingga memiliki batang yang tinggi serta berdaun lebat membentuk kanopi. Ketinggian pohon yang terdapat pada hutan hujan tropis bisa mencapai 50 meter dan berdiameter besar dan memiliki tingkatan atau strata mulai dari paling atas hingga tingkatan terendah berupa tanaman pendek penutup lantai hutan.

  • Kelembapan Udara Tinggi

Faktor yang menyebabkan-nya yakni curah hujan tinggi dan relatif rata sepanjang tahun sehingga tidak memiliki musim kemarau yang nyata dan umumnya bulan kering kurang dari 3 bulan. Tanah hutan hujan tropis menyimpan cadangan air yang berlimpah. Tingkat kelembapan yang tinggi sebenarnya disebabkan oleh banyaknya uap air yang berasal dari daun menguap ke atmosfer, selain itu kerapatan vegetasi dan suhu hangat menjadi salah satu faktor pemicu tingkat kelembapan udara.

  • Memiliki Vegetasi Tanaman Berlapis

Pada hutan hujan tropis hampir tidak ditemukan celah kosong antara lantai hutan dan pepohonan tinggi, karena diantaranya juga terdapat berbagai tanaman dengan ketinggian yang berbeda membentuk tingkatan/ strata A hingga E. Pada tingkat A terdiri atas pohon dengan ketinggian lebih dari 30 meter, pohon berbatang lurus dan bersifat tidak menyukai naungan. Sementara itu tingkatan B terdiri dari pohon pohon yang memiliki banyak cabang dan bersinggungan satu sama lain dan membentuk semacam kanopi/ penutup, memiliki ketinggian berkisar antara 20 hingga 30 meter. 

Pada tingkatan C tersusun atas pohon dengan ketinggian antara 4 hingga 20 meter, memiliki banyak ranting yang membentuk tajuk pohon sangat rapat. Selanjutnya pada tingkatan D terdiri atas anak pohon, berbagai macam tanaman herba, palm dan paku pakuan besar dan memiliki ketinggian hingga 4 meter dari atas permukaan tanah, dan yang terakhir tingkatan E yang merupakan lapisan tanaman pendek yang berperan sebagai penutup lantai hutan seperti lumut, jamur dan jenis perdu.

  • Sinar Matahari Tidak Mampu Menjangkau Dasar Hutan

Karena tersusun atas berlapis lapis vegetasi mulai dari strata A hingga E dan membentuk kanopi dan tajuk yang sangat rapat membuat sinar matahari tidak mampu menjangkau lantai hutan sehingga menjadikan tanah sangat lembap dan banyak ditumbuhi lumut dan jamur.

  • Terdapat Genangan Air Di Dasar Hutan

Terutama sering terjadi pada saat musim hujan dimana hampir setiap hari air hujan mengguyur hutan dan tanah sudah dalam kondisi jenuh untuk menyerap air sehingga membentuk suatu genangan yang juga terdapat biota di dalamnya.

  • Memiliki Daya Regenerasi Tinggi

Secara alamiah hutan hujan tropis memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, misalnya terdapat pohon tumbang karena terjangan angin membuat tajuk tersibak/ terbuka sehingga sinar matahari dapat mencapai dasar hutan, kondisi seperti ini menyebabkan tumbuhnya berbagai semak, terna dan anakan pohon yang kelak menjadi tinggi dan membentuk tajuk rapat seperti sebelumnya.

Namun perlu digaris bawahi, regenerasi seperti itu dapat terjadi jika kerusakan terjadi dalam skala kecil oleh alam, bukan kerusakan yang disebabkan oleh intervensi manusia. Hutan juga tropis yang rusak karena tindakan manusia maka siklus regenerasi seperti diatas akan terhenti.

Informasi Mengenai Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis ini memiliki sisi bagian dari keanekaragaman ekosistem yang ada di dunia. Di Sisi lainnya hutan hujan itu merupakan sebuah rumah bagi spesies flora dan juga fauna yang paling terkaya di dunia. Untuk itu keanekaragaman hayati dapat dimaknai dengan banyak dan juga sangat luas, bukan hanya sekedar spesies tetapi mencakup juga dengan genetik dan ekosistemnya.

Bahkan untuk keanekaragaman budaya dan juga manusia akan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam keanekaragaman hayati.

Apa itu Hujan Tropis dan Bagaimana Penyebarannya?

Hutan hujan adalah ekosistem yang ada pada hutan yang akan ditandai adanya curah hujan yang sangat tinggi setidaknya akan ada 200 cm/tahunnya, dan memiliki kanopi yang sangat lebat juga memiliki keanekaragaman pada spesies yang tinggi juga. Biasanya itu hutan hujan itu berada di garis khatulistiwa antara nya itu adalah Tropic of Cancer dan Tropic of Capricorn, garis lintang ini memiliki suhu yang lebih hangat dan akan dikenai sinar matahari sepanjang tahunnya yang sangat relatif konstan.

Ada sebagian besar dari hutan hujan tropis yang ada di dunia terjadi di cekungan Lembah yang ada di Amazon, Amerika Selatan,  cekungan Lembah Kongo dan Asia Tenggara. Selain itu juga hutan hujan ada di beberapa pulau Karibia, di Amerika Tengah juga ada, di India juga ada, di pulau-pulau yang tersebar di Pasifik Selatan juga memiliki situs mpo slot, di Madagaskar, di Afrika Barat dan Timur di luar Cekungan Kongo ada hutan hujan, di Amerika Tengah dan Meksiko, dan di beberapa bagian Amerika Selatan di luar Amazon juga memiliki hutan hujan tropis.

Berdasarkan dari negara, ada beberapa negara yang terluas yang memiliki hutan hujan tropis yang berturut-turut adalah: Brasil, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Peru dan Kolombia. Hal inilah yang mengakibatkan curah hujan yang begitu tinggi.

Distribusi global pada hutan hujan tropis dapat dibagi menjadi beberapa bidang di biogeografis yang ada di wilayah benua yang berhutan yaitu Afrotropic, Australiasian, Indomalaya atau Asia dan juga ada Neotropis. Ada lebih dari setengah hutan hujan yang ada di dunia dan letaknya itu di wilayah Neotropis kira kira jika dibagi itu sekitar seperempat nya dari Afrika dan ada seperlimanya dari Asia.

Mengapa hal ini Sangat Penting untuk Dunia?

Pada hutan hujan akan memberikan sebuah layanan ekologis, termasuk juga akan menyimpan ratusan miliar ton karbon yang akan dihasilkan, dan juga melindungi dari terjadinya banjir bandang dan juga melindungi dari kekeringan, hal ini juga yang dapat menstabilkan tanah yang kalian pijak dan sangat mempengaruhi pola curah hujan dan akan menyediakan rumah untuk para satwa liar dan penduduk aslinya. Hutan hujan juga menjadi sumber dari banyaknya sebuah produk yang sangat bermanfaat bagi warga yang bergantung padanya.

Ada Beberapa Fakta Hutan Hujan Tropis

  • Akan ada keanekaragaman hayati : memiliki tingkat keanekaragaman hayati di hutan hujan tropis ini sangat tinggi. Para ilmuan yang ada mengatakan bahwa sekitar ada setengah dari spesies darat yang ada di bumi hidup di hutan hujan.
  • Memiliki layanan ekosistem : hutan tropis ini akan memproduksi oksigen kurang lebih sekitar 25% sampai 30% dari sebuah perputaran oksigen yang ada di dunia dan akan menyimpan karbon kurang lebih sekitar 229-247 miliar ton karbon melalui sebuah fotosintesis. Dalam hal ini lah yang akan mempengaruhi pola curah hujan dan juga mempengaruhi cuaca.
  • Iklim dan pola cuaca global: Hutan hujan ini juga memiliki sebuah peran dalam pola cuaca global. Sebagai contohnya itu, para peneliti telah menunjukkan bahwa hutan yang ada di Amerika Selatan telah mempengaruhi curah hujan di Amerika Serikat, sementara hutan yang ada di Asia Tenggara memengaruhi pola hujan yang ada di Eropa tenggara dan Cina.
  • Menjaga siklus air: peran selanjutnya pada hutan hujan adalah menambahkan proses air ke atmosfer lewat proses transpirasi (pelepasan air dari daun selama fotosintesis) yang akan menjaga kelembaban dunia. Di Amazon ini , 50% sampai 80% kelembaban terjadi karena siklus air ekosistem. Ketika hutan ditebang, akan sedikit kelembaban yang masuk ke atmosfer dan curah hujan akan menurun, kadang-kadang menyebabkan kekeringan.
  • Melindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi: Hutan hujan juga sangat penting dalam mengurangi erosi tanah dengan menjangkarkan tanah dengan akarnya. Ketika pohon mulai ditebang habis atau setengahnya saja tidak ada lagi yang bisa melindungi tanah, dan tanah akan dengan cepat tersapu oleh hujan. Di lereng bukit yang curam jika tidak ada pohon maka akan dapat memicu tanah longsor.

Bagaimana Struktur Pada Pepohonan?

Hutan hujan memiliki ciri sendiri dan memiliki struktur vegetatif yang unik dan terdiri dari beberapa lapisan yang memiliki bentuk vertikal pohon yang termasuk dengan kanopi, lapisan bawah, lapisan samak dan juga memiliki permukaan tanah.

Kanopi adalah sebuah lapisan caban dan juga daun yang akan dibentuk oleh pohon yang ada di hutan hujan yang memiliki jarak sekitar 30-40 meter dari lantai hutan. Di bawah langit-langit  kanopi akan ada beberapa tingkatan daun dan juga cabang yang sudah dikenal secara kolektif sebagai tumbuhan yang berada di bawah.

Bagian yang terendah yaitu tumbuhan yang berada di bawah, yang memiliki tinggi 1,5 sampai 6 meter di atas lantai, yang sudah dikenal sebagai lapisan semak, ada juga tanaman semak, perdu dan juga memiliki pohon muda.

Mengapa Hutan Hujan Kaya dengan Keragaman Hayati?

Hutan hujan tropis akan mendukung keragaman yang terbesar organisme hidup yang ada di bumi. Meskipun mereka itu akan menutupi kurang dari dari 2% permukaan yang ada di bumi, namun ia dapat menampung lebih dari 50% vegetasi dan juga satwa yang ada di bumi ini.

Ada beberapa alasan kenapa hutan hujan tropis itu mendukung kehidupan yang sangat beragam yang ada di bumi ini. Berikut ini beberapa faktor yang penting lainnya.

  • Kanopi: struktur pada kanopi hutan hujan memberikan banyak sekali tempat bagi vegetasi untuk tumbuh dan hewan untuk hidup didalamnya. Kanopi akan menawarkan sumber makanan, tempat tinggal, dan juga tempat persembunyian, hal ini akan menyediakan interaksi antara spesies yang berbeda beda lainnya. Misalnya itu, ada tanaman yang tumbuh di kanopi yang disebut bromeliad yang menyimpan air di daunnya. Hewan Katak dan satwa lain akan menggunakan kantong air ini untuk berburu dan bertelur.
  • Persaingan yang akan mendorong kelimpahan spesies: sementara itu akan ada banyak energi dalam sistem hutan hujan tropis, kehidupan yang ada disini itu  tidaklah mudah bagi sebagian besar spesies yang menghuni bioma. Faktanya itu, hutan hujan adalah tempat yang sangat kompetitif bagi para penghuni yang berada di sana, dengan spesies mengembangkan strategi dan inovasi yang luar biasa untuk bertahan hidup, akan mendorong spesialisasi.

Ciri-ciri Hutan Sabana dan Penjelasannya

Ada banyak sekali jenis-jenis hutan yang ada di dunia ini. Berbagai macam jenis hutan ini juga dapat dilihat dari berbagai macam karakteristik. Karakteristik untuk menggolongkan jenis hutan sendiri dapat dilihat dari berbagai macam jenis- jenis pohon yang tumbuh di hutan tersebut, dapat juga dilihat dari berbagai macam jenis iklimnya, ataupun dilihat dari bentukan hutan itu sendiri. Salah satu dari jenis hutan yang akan dibahas dalam artikel kali ini adalah hutan sabana.

Ciri-ciri Hutan Sabana dan Penjelasannya

Sabana, barangkali seringkali kita mendengar kata-kata ini. Sabana ini seringkali muncul beriringan dengan adanya stepa. Ya, memang kedua hutan ini tersebut ekosistemnya dikatakan mirip dan hanya mempunyai sedikit perbedaan tertentu saja. Sabana sendiri sebagai sebuah padang rumput yang sebagian besar dipenuhi oleh berbagai macam semak- semak atau tanaman perdu yang terkadang diselingi juga oleh beberapa jenis pohon (seperti palem dan juga akasia)yang tumbuhnya akan menyebar.

Dalam artikel ini nantinya kita akan membahas mengenai sebuah situs s128 sabung ayam dan hutan sabana, yakni mengenai beberapa ciri- ciri ataupun juga karakteristik yang dimiliki oleh hutan sabana tersebut. Seperti jenis hutan yang lainnya di dunia ini, hutan sabana ini mempunyai berbagai macam ciri khusus yang membedakannya dengan beberapa jenis hutan yang lainnya. Ada ciri ciri hutan sabana yang tentunya perlu kita ketahui bersama, di antaranya.

Berada di Iklim Tropis

Ada atau hutan sabana adalah jenis hutan yang biasanya terdapat di daerah yang mempunyai iklim tropis. Atau sebuah daerah khatulistiwa, Ciri khusus dari suatu hutan biasanya akan dilihat dari keberadaan hutan tersebut. Hal ini juga dapat berlaku pada hutan sabana. Hutan sabana merupakan sebuah hutan yang berada di daerah khatulistiwa atau daerah yang memiliki sebuah iklim tropis.

Beberapa negara yang mempunyai iklim tropis mempunyai hutan ekosistem dari hutan sabana, salah satunya seperti Indonesia. Salah satu alasan mengapa sabana ini berada di wilayah yang tropis dikarenakan jumlah curah hujan yang turun di daerah tersebut. Sabana ini lebih berada di daerah yang panas daripada sebuah daerah yang lembab atau sebuah daerah yang tidak terlalu panas.

Mempunyai Curah Hujan Musiman

Salah satu yang menjadi faktor untuk dapat membentuk padang atau sebuah hutan sabana adalah curah hujan yang bersifat musiman. Hujan yang musiman ini dapat menjadi salah satu faktor pokok yang menyebabkan terbentuknya padang sabana ini.

Curah hujan sedang dan cenderung tidak teratur

Padang atau sebuah hutan sabana terbentuk karena adanya curah hujan yang turun secara musiman atau hanya pada musim hujan saja. Selain curah hujan yang turun secara musiman, yang juga ikut mempengaruhi terbentuknya sebuah hutan sabana adalah curah hujan dengan intensitas yang cukup sedang dan cenderung tidak teratur. Padang atau hutan sabana tidak memerlukan banyak air, seperti yang dibutuhkan pada jenis hutan- hutan lainnya.

Mempunyai curah hujan sebanyak 100 hingga 150 mm/ tahun

Biarpun hutan sabana ini tidak terlalu membutuhkan banyak curah hujan, maka itu curah hujan yang turun di sekitar padang atau hutan sabana pun juga tidak terlalu banyak, padang atau hutan sabana nantinya hanya mempunyai curah hujan sebanyak 100 hingga 150 mm/ tahun saja. Curah hujan ini bukan termasuk curah hujan yang cukup tinggi.

Mempunyai suhu yang panas sepanjang tahun

Padang atau sebuah hutan sabana merupakan sebuah hutan dengan tanah beriklim panas. Maka dari itu salah satu dari ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau sebuah padang sabana ini adalah adanya sebuah suhu panas di sepanjang tahunnya. Meskipun terkadang terdapat hujan yang turun secara musiman, namun rata- rata suhu yang terdapat di wilayah hutan sabana tersebut tergolong ke dalam suhu yang cukup panas. Maka dari itulah hutan padang sabana ini nantinya harus tumbuh di daerah beriklim tropis yang mempunyai suhu panas.

Sistem pengairan dan resapan air

Salah satu dari ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau sebuah padang sabana yaitu mempunyai porositas atau resapan air dan juga sistem drainase atau pengairan yang cukup baik. Oleh karena itu tanah yang ada di dalam padang atau hutan sabana ini cenderung tidak lembab dan juga tidak becek seperti tanah-tanah yang berada di hutan-hutan pada umumnya.

Bisa berubah menjadi semak belukar atau hutan basah

Padang ataupun juga sebuah hutan sabana ini juga bisa berubah menjadi berbagai macam bentuk, seperti semak belukar ataupun juga hutan basah. Perubahan ini nantinya akan terjadi ketika padang atau hutan sabana bertemu dengan curah hujan yang tinggi ataupun yang juga rendah sekali. Hutan sabana akan berubah menjadi sebuah semak belukar apabila terbentuknya mengarah pada daerah yang mempunyai sebuah intensitas hujan yang semakin rendah dibanding biasanya.

Sebaliknya, apabila hutan sabana tersebut terbentuknya di daerah yang intensitas hujannya semakin tinggi dan tinggi, maka hutan atau padang sabana ini dapat berubah menjadi sebuah hutan basah. Maka dari itulah curah hujan yang cukup seimbang akan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup dari hutan sabana ini.

Hewan herbivora maupun karnivora

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh hutan ataupun juga padang sabana adalah memiliki hewan karnivora ataupun juga herbivora. Seperti jenis hutan yang lainnya, hutan sabana juga merupakan tempat tinggal bagi beberapa hewan di dalamnya. Beberapa hewan yang tinggal di hutan sabana antara lain seperti singa, macan tutul, zebra, gajah, jerapah, dan juga lain sebagainya.

Wisata Hutan Sabana di Indonesia

Sabana juga tersebar luas di wilayah Indonesia. Kebanyakan dari sabana tersebut berada di wilayah Indonesia bagian timur. Bahkan padang sabana yang ada di sana juga dijadikan sebuah tempat wisata atau spot berpetualang bagi mereka yang memang senang melakukan petualangan. Beberapa wilayah dari padang rumput sabana yang ada di Indonesia diantaranya seperti :

Sabana Sumba Timur di NTT

Wilayah NTT atau Nusa Tenggara Timur diketahui memiliki wilayah yang kaya akan hutan sabananya. Salah satu yang juga paling terkenal adalah Sabana Sumba Timur. Wilayah dari padang rumput yang satu ini menjadi salah satu bagian paling luar dari wilayah Indonesia yang terdapat di bagian timur. Biasanya lingkungan sabana di sana dijadikan sebagai lahan peternakan oleh warga setempat. Ada banyak jenis hewan yang juga hidup dengan bebas di sana seperti misalnya Sapi, Kuda Sumbawa, Kerbau dan binatang-binatang lainnya.

Sabana Sembalun di Gunung

Tahukah Anda dengan wilayah Sembalun? Wilayah sabana tersebut lokasinya berada dekat dengan Gunung Rinjani. Sembalun ini juga dikenal sebagai salah satu dari jalur pendakian menuju ke Gunung Rinjani. Padang sabana disana membentang sekitar 6 Km di bagian timur dalam jalur pendakian Gunung Rinjani. Sabana Sembalun juga membentang luas dari basecampnya hingga ke pos 3 yang terdapat pada jalur pendakian Rinjani, dan memiliki ketinggian yaitu sekitar 2631 mdpl.

Demikian itulah beberapa ciri-ciri dan penjelasan dari hutan sabana. Hutan Sabana di Indonesia terdapat di wilayah Indonesia Timur, yaitu di Sumba NTT. Wilayah sabana mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis hutan lainnya. Oleh karena itu penting untuk kita dapat menjaga ekosistem dari hutan sabana tersebut. Terimakasih!

Hal Menakjubkan di Balik Hutan Amazon

Membentang di sebagian besar dari hutan Amerika Selatan, hutan hujan termegah yang ada di dunia dan merupakan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati, Amazon, penuh dengan berbagai macam kejutan. Meski hutan tersebut dianggap cukup misterius, Hutan Amazon adalah sebuah hutan yang tetap menjadi salah satu ekosistem yang paling banyak diteliti dan dipelajari oleh para ilmuwan dari seluruh penjuru negeri.

Hal Menakjubkan di Balik Hutan Amazon

Namun, keberadaan dari hutan lebat ini sekarang cukup terancam. Data resmi yang telah dirilis oleh pemerintah Brasil menunjukkan jika hampir 73.000 dari kebakaran hutan tercatat di Negeri Samba dalam delapan bulan pertamanya tahun 2019 jumlah tertinggi untuk setiap tahunnya sejak 2013. Sebagian besar berada di hutan Amazon.

Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan apa yang terjadi yaitu pada tahun 2018, dengan kebakaran 39.759 kasus, data tersebut menurut National Institute for Space Research (INPE). Padahal, hutan Amazon adalah hutan yang memainkan peran cukup penting dalam menjaga keseimbangan alam dan juga udara di Bumi. Berikut ini beberapa hal menakjubkan tentang hutan Amazon.

Keragaman Hayati

Perkiraan ilmiah menunjukkan jika setidaknya terdapat 40.000 spesies tanaman, 3.000 jenis ikan, 1.300 dari spesies burung, 430 mamalia, dan juga 2,5 juta jenis serangga yang hidup di dalam Hutan Hujan Amazon.

Banyak Manusia yang Tinggal di Sana

Penemuan menyebutkan, ternyata ada cukup banyak manusia atau suku yang tinggal di sana. Pemberitaan di media mungkin hanya menampilkan gambar-gambar satwa liar yang sangat eksotis dan mungkin juga menakutkan, padahal populasi dari manusia sebenarnya lumayan signifikan di tempat ini.

Sekitar 21 juta orang menyebutkan jika hutan Amazon sebagai sebuah rumah untuk mereka, termasuk juga sekitar 50 suku terpencil yang belum melakukan kontak dengan peradaban modern.

Bukan Paru-Paru Bumi?

Anggapan yang selama ini ternyata cukup salah kaprah datang dari beberapa fakta, bahwa hutan hujan Amazon ini mengeluarkan sekitar 20% oksigen dunia setiap hari, jauh lebih banyak daripada yang dikeluarkan oleh ekosistem hutan lainnya. Meskipun hal tersebut mungkin benar, tetapi tanaman yang mati dan juga membusuk mengeluarkan kira-kira jumlah CO2 yang setara dengan jumlah O2.

Itu artinya, hutan hujan ini kurang lebih berada dalam kadar keseimbangan. Sebagian besar oksigen yang kita hirup sebenarnya berasal dari mikroorganisme yang berasal di seluruh lautan dunia.

Hutan yang Menggundul

Adanya sebuah penurunan udara di kawasan Hutan Amazon terdeforestasi, adanya penurunan tersebut terjadi secara kualitas dan kuantitas di wilayah Sungai Madre de Dios, Peru, Pemerintah Peru yang meluncurkan Operasi Merkuri untuk dapat mengusir penambang ilegal yang diketahui merusak Hutan Amazon.

Hutan hujan ini diketahui telah menggundul dengan cepat. Seluas 1,5 hektar pohon-pohon di sana lenyap setiap detiknya. Dengan jumlah tersebut, berarti rata-rata 137 spesies telah punah setiap hari. Deforestasi di Amazon ini berhasil menyumbang sebanyak 30% dari emisi karbon global, dan jika semua ini terus berlanjut seperti itu, tidak akan ada yang tersisa dalam 40 tahun mendatang.

Sebagian besar kerusakan tersebut ditujukan untuk memberi ruang bagi beberapa pembangunan padang rumput, dan pemeliharaan ternak. Itulah mengapa, aktivis lingkungan menekankan agar kita dapat mengurangi konsumsi daging merah.

Sangat Gelap di Dalam Hutan

Di seluruh bagian besar dari hutan Amazon, lingkungan di sekitar hutan tersebut hampir sepenuhnya gelap gulita karena hanya terdapat 1% sinar matahari yang bisa menembus daun-daun dan pepohonan yang lebat. Bahkan ketika hujan mulai turun, dibutuhkan sekitar 10 menit agar air dapat meresap ke semak-semak di tanah.

Ada Sungai Terpanjang di Dunia?

Sebagian besar masyarakat global mengetahui bahwa Sungai Nil adalah sungai terpanjang yang di dunia. Namun, menurut sekelompok ilmuwan yang melakukan beberapa studi kompleks menggunakan berbagai macam teknologi mutakhir, Sungai Amazon sebenarnya adalah sungai terpanjang yang ada di dunia.

Hulu sungai ini dimulai di kawasan Andes Peru dan meluas sejauh 4.225 mil (6.800 kilometer), sekitar 65 mil (105 km) lebih panjang dari Sungai Nil. Di satu sisi, Sungai Amazon juga merupakan sungai terbesar berdasarkan dengan volume. Amazon Ini memompa sekitar 55 juta galon air ke Atlantik per detik.

Sumber Makanan dan Bahan Pembuat Obat

Lebih dari 80% varietas makanan yang dunia ini berasal dari hutan hujan Amazon, termasuk juga dengan kopi. Selain itu, terdapat lebih dari 25% berbagai macam jenis obat-obatan modern yang mengandung bahan-bahan semuanya didapatkan dari Amazon. Namun hanya 1% dari spesies tanaman yang telah teruji memiliki sifat untuk mengobati.

Mencakup Sembilan Negara

Hutan Amazon sendiri luasnya sekitar 6,7 juta kilometer persegi atau setara dengan dua kali luas wilayah dari negara India. Amazon merupakan sebuah hutan tropis paling luas di dunia. Bahkan, saking luasnya hutan Amazon ini, wilayahnya yang mencakup hingga sembilan negara, di antaranya seperti negara Brasil, Colombia, Perú, Venezuela, Ecuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis.

Banyak Tanaman dan Binatang unik

Dengan luasnya Hutan Amazon, menjadi salah satu tempat yang indah menjadi tempat tinggal untuk banyaknya spesies hewan maupun juga berbagai macam tumbuhan. Hutan tersebut memiliki 40.000 spesies tanaman, 16.000 jenis pohon, 5.600 jenis ikan, 1.300 spesies burung, lebih dari 430 hewan mamalia, sekitar 1.000 amfibi, dan juga lebih dari 400 reptil. Brazil merupakan sebuah negara dengan wilayah hutan Amazon terbesar.

Amazon di Brazil

Meskipun hutan Amazon ini membentang di beberapa negara, Brasil kebetulan memegang bagian terbesar dari wilayah hutan hujan tersebut. Sekitar 60% dari total hutan hujan Amazon tersebut berlokasi di Brasil. Sisanya, yaitu sekitar 40% berlokasi di negara-negara sekitarnya seperti Ekuador, Peru, Bolivia, dan beberapa negara Amerika Selatan lainnya.

Selain itu, persentase di sini juga didasarkan pada beberapa perkiraan yang terjadi pada tahun 2019, bukan hanya yang sebelumnya. Mengingat bahwa hutan hujan ini adalah sebuah hutan hujan yang berukuran lebih besar karena sedikit deforestasi. Persentase pastinya sangat bervariasi di masa lalu. Di masa depan, persentase bisa saja dapat berubah sesuai dengan laju deforestasi ataupun juga aforestasi.

Telah menjadi destinasi wisata

Meskipun hutan ini sangat terkenal dengan banyaknya bahaya dan menyeramkan, namun saat ini hal tersebut sudah tidak lagi. Hutan amazon dikenal sebagai salah satu dari tempat wisata yang sangat eksotis sehingga banyaknya para wisatawan yang berkunjung ke hutan yang satu ini. Bahkan saat Anda ingin berlibur ke hutan ini akan ada pemandu atau agen perjalan yang bisa menemani Anda berkeliling untuk dapat lebih mengenal hutan amazon.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang hutan hujan amazon. Hutan Amazon merupakan ekosistem hutan hujan terbesar di dunia. Memiliki berbagai macam spesies flora dan fauna. Hingga saat ini Hutan Amazon bahkan masih sering diteliti oleh parah ahli dunia. Masih banyak tanaman dan juga binatang yang belum di identifikasi di hutan ini. Semoga hutan tersebut terus dilestarikan untuk kelangsungan anak cucu kita nanti.

Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara

Mitos dari Hutan bunuh bunuh diri yang berada di kawasan Gunung Fuji. Hutan yang indah ini menjadi salah satu lokasi bunuh diri favorit di Jepang. Awal tahun ini ternyata diwarnai dengan adanya sebuah kasus yang menimpa Logan Paul. Merupakan seorang youtuber dengan pengikut 15 juta subscribe tersebut, dirinya mengunggah konten video yang dikecam oleh banyak orang.

Pasalnya adalah di dalam video tersebut, tanpa merasa bersalah Logan yang menampilkan orang yang tengah meninggal bunuh diri di hutan Aokigahara di Jepang. Kareena membuat geram dan membuat publik kecewa, Logan yang sampai harus melakukan permintaan maaf kepada para penonton melalui akun pribadinya.

Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara

Di samping itu, hutan Aokigahara ini memang terkenal sangat luas dan juga rimbun, dikenal sebagai tempat populer untuk bunuh diri. Hutan ini yang berada di bawah kaki Gunung Fuji digambarkan selain indah juga menyimpan sisi misterius di dalamnya. Hutan Aokigahara ini menyimpan keindahan di dalamnya berupa hutan yang sangat lebat, rimbun dan juga memiliki udara yang cukup sejuk.

Nah di tempat ini juga terdapat 2 (dua) gua misterius yang ternyata menjadi ciri khusus dari hutan ini. Karena keunikan tersebut jugalah banyak orang yang penasaran dengan hutan ini. Dalam artikel kali ini kami sudah merangkum berapa fakta unik tentang hutan Aokigahara.

Hutan yang sunyi

Hutan Aokigahara mempunyai banyak pepohonan yang rata-rata memiliki tinggi kurang lebih sepuluh kaki. Pepohonan tersebut juga mempunyai daun-daun yang sangat rimbun dan juga padat, sehingga seperti membentuk sebuah kanopi pada hutan tersebut. Oleh karena itu, cahaya matahari,tidak sepenuhnya dapat masuk dan menyinari area hutan. Alhasil hutan Aokigahara yang dapat selalu erat dengan nuansa yang kelam dan juga damai.

Kemudian di hutan Aokigahara ini, jarang sekali ditemukan hewan liar yang berkeliaran di dalam hutan. Mungkin di dalam hutan ini tidak banyak sumber makanan yang ada di sana, sehingga para hewan yang menjauhi hutan tersebut. Dibalik itu, hutan Aokigahara juga dianggap sebagai sebuah hutan yang sangat sunyi.

Bahkan bagi para pejalan kaki yang melewati hutan tersebut, munculnya suara burung merupakan pemandangan yang sangat jarang ditemui, sehingga dapat membuat mereka sangat terkejut ketika mendengarnya. Karena kesunyian dari hutan ini lah, yang kemudian juga dikabarkan suara-suara hantu yang merintih dan menangis nantinya akan bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh.

Bisa membuatmu tersesat

Dari jauh anda yang nantinya akan dapat melihat pemandangan Gunung Fuji yang sangat menenangkan, bersama juga dengan hutan Aokigahara yang berada di bawah kakinya. Hanya saja pemandangan indah tersebut sebenarnya tidak seindah kenyataannya. Pepohonan yang rimbun dan serangan dapat dengan mudah membuat siapa saja yang masuk dapat tersesat.

Itu sebabnya, para pejalan kaki yang melewati Aokigahara yang biasanya akan mengikuti jalan setapak dan juga mereka akan membawa pita berwarna untuk menandai jalan yang sudah mereka lalui. Jika sampai tersesat, GPS dan ponsel di dalam hutan sana tak akan berguna untuk digunakan di dalam hutan tersebut.

Tempat populer untuk melakukan bunuh diri

Aokigahara yang juga sangat sunyi merupakan sebuah tempat yang sunyi serta damai. Mungkin banyak orang yang juga berpikir bahwa hutan ini merupakan sebuah tempat yang tepat untuk peristirahatan terakhir mereka. Sehingga membuat sebagian orang pergi ke hutan Aokigahara hanya untuk bunuh diri, dengan tenang tanpa adanya sebuah gangguan. Oleh karenanya, hutan ini juga telah dianggap sebagai situs bunuh diri terpopuler selain Golden Gate Bridge.

Pemerintah Jepang yang juga sampai harus menyembunyikan angka kematian bunuh diri di dalam hutan Aokigahara, agar menghentikan tempat tersebut menjadi tambah populer. Tak heran jika disana nantinya anda juga akan menemukan sebuah papan peringatan untuk tidak bunuh diri. Biasanya papan tersebut berupa tulisan dengan pesan menggugah seperti halnya, hidup merupakan anugerah berharga bagi orang tuamu atau pikirkan tentang keluargamu.

Roh Yurei

Menurut cerita rakyat Jepang sendiri, roh gentayangan yang juga dikenal dengan nama Yurei, sering dianggap menghantui hutan Aokigahara sejak waktu yang lama. Biasanya ia yang digambarkan dalam sosok wanita yang pucat dengan menggunakan baju putih panjang dan juga rambut hitam. Berdasarkan juga dengan tradisi dan kepercayaan dari masyarakat Jepang, jika mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri maka nantinya roh mereka yang tidak dapat bergabung dengan para leluhur di dunia lain.

Dan karena itulah Yurei bisa gentayangan. Untuk menghindari hal tersebut, biasanya orang-orang yang telah meninggal karena bunuh diri, mayatnya nanti akan ditemani oleh seseorang. Petugas hutan dari Aokigahara biasanya juga akan melakukan sebuah ritual agar arwah orang yang bunuh diri tidak sendirian dan tidak menjadi marah.

Populer sebagai situs bunuh diri sejak lama

Memang sudah lebih dari beberapa dekade diketahui jika hutan Aokigahara, menjadi hutan yang sangat terkenal sebagai situs bunuh diri. Mungkin banyak orang dari kita yang hanya mengetahuinya baru-baru ini saja. Namun, faktanya hutan tersebut populer untuk dijadikan tempat bunuh diri sejak tahun 1950.

Beberapa literatur yang juga dianggap sempat mendongkrak kepopuleran hutan Aokigahara sebagai sebuah tempat bunuh diri. Pada 1960, penulis Seicho Matsumoto yang menulis novel yang disebut dengan nama Kuroi Kaiju. Kisah yang ditulis berakhir tragis yakini dua pasangan yang saling mencintai bunuh diri bersama di hutan tersebut.
Sejak novel itu melejit, kasus bunuh diri di hutan Aokigahara yang juga dikabarkan juga mengalami peningkatan.

Tak hanya novel Matsumoto, Wataru Tsurumui yang juga sempat menciptakan buku kontroversial tentang bunuh diri yaitu pada tahun 1993. Dimana dalam bukunya juga menyebutkan hutan Aokigahara merupakan tempat yang paling tepat untuk dapat mengakhiri hidup. Tak kaget jika buku Tsurumui yang kemudian kerap ditemukan di dekat dengan jasad orang yang sudah bunuh diri di hutan itu.

Cerita kuno orang tua ditinggalkan

Kehidupan yang sulit serta juga kemiskinan, pada saat itu membuat para anak tega membuang orang tua mereka di hutan. Hal ini dilakukan karena zaman dahulu, orang-orang miskin tak memiliki cukup makanan yang bisa diberikan kepada seluruh anggota keluarga mereka. Sehingga, anggota keluarga yang paling tua seperti ibu perlu disingkirkan demi bertahan hidup.

Aokigahara juga menjadi salah satu hutan yang juga dahulu dipakai untuk membuang orang tua mereka. Biasanya para orang tua yang akan ditinggalkan, nantinya akan perlahan meninggal karena kelaparan dan dikabarkan akan menghantui hutan tempat mereka meninggal. Di Jepang, kebiasaan kebiasaan kuno ini disebut dengan nama ubasute. Sebenarnya tak hanya di Jepang saja yang melakukan sebuah tindakan keji tersebut, di sejumlah negara yang ada di kawasan Asia lain seperti halnya Korea juga pernah melakukan hal tersebut dalam masyarakatnya.

Demikian lah tentang hutan Aokigahara, selain kisah misteri yang menyelimuti hutan tersebut. Ternyata hutan Aokigahara adalah sebuah hutan yang indah dengan banyaknya pepohonan dan juga ekosistem hutan yang besar. Hutan tersebut juga menyumbang oksigen untuk bumi. Semoga dengan adanya informasi ini dapat bermanfaat untuk anda dalam menambah pemahaman dengan hutan-hutan yang ada di dunia. Terimakasih.

Informasi Tentang Hutan Hujan Tropis

Apa itu yang merupakan sebuah hutan hujan tropis dan dimana saja kah penyebarannya?. Hutan hujan adalah sebuah ekosistem hutan yang biasanya di sana akan ditandai oleh sebuah curah hujan yang biasanya akan sangat tinggi kira-kira setidaknya 200 cm yang terjadi untuk per tahun, memiliki sebuah kanopi yang lebat, dan juga terdapat keanekaragaman spesies yang tinggi.

Hutan hujan tropis juga salah satunya yang biasanya terjadi di zona khatulistiwa yaitu antara Tropic of Cancer dari situs joker123 dan juga Tropic of Capricorn, garis lintang yang dimana biasanya akan memiliki suhu hangat dan juga terdapat sinar matahari sepanjang tahun yang biasanya akan relatif konstan. Sebagian besar hutan hujan tropis yang ada dan juga berada di dunia terjadi di  sebuah cekungan Lembah Amazon yang ada di wilayah Amerika Selatan,  cekungan Lembah Kongo dan juga Asia Tenggara.

Selain itu hutan hujan juga  yang dimana ternyata ada di beberapa pulau Karibia, yang ada wilayah  Amerika Tengah, di India, dan juga ada di pulau-pulau yang tersebar di daerah Pasifik Selatan, di Madagaskar, di daerah Afrika Barat dan juga Timur di luar Cekungan Kongo, di Amerika Tengah dan juga Meksiko, dan juga terdapat di beberapa bagian yang ada di Amerika Selatan yang ada di luar Amazon. Berdasarkan negara-negara terluas yang dimana memiliki hutan hujan tropis yang banyak yaitu Brasil, Republik Demokratik Kongo,Peru, Indonesia Dan juga Kolombia.

Informasi Tentang Hutan Hujan Tropis

Distribusi global hutan dari hutan hujan tropis yang dimana juga dapat dibagi dalam empat bidang secara biogeografis yang dimana ada pada empat wilayah yang ada di benua berhutan seperti halnya Afrotropis, Australiasian, Indomalaya atau Asia, dan juga Neotropis. Lebih dari setengah hutan hujan yang ada di dunia yang dimana terletak di wilayah Neotropis, yang dimana wilayah ini sendiri kira-kira seperempatnya yang ada di Afrika, dan juga yang seperlimanya yang berada di wilayah Asia.

Mengapa Hutan Hujan Penting untuk Dunia?

Hutan hujan sendiri adalah salah satu wilayah yang dimana memberikan sebuah layanan ekologis yang dimana tempat ini sendiri yang menyimpan ratusan miliar ton karbon, melindungi dari banjir dan juga dari kekeringan, menstabilkan tanah dan juga mempengaruhi pola dari curah hujan dan serta menyediakan rumah bagi banyaknya satwa liar dan juga penduduk asli. Hutan hujan juga merupakan salah satu sumber yang banyak dari produk yang bermanfaat dimana masyarakat lokal biasanya tergantung.

Fakta Hutan Hujan Tropis

Keanekaragaman hayati dimana disana tingkat  keanekaragaman hayati yang berada di hutan hujan tropis yang tentunya sangat tinggi. Para ilmuwan yang dimana sudah memperkirakan bahwa sekitar setengah dari sebuah spesies darat Bumi yang dimana biasanya hidup di hutan hujan.

Layanan ekosistem 

Hutan tropis yang dimana juga diketahui memproduksi oksigen atas 25-30 persen yang ada dari perputaran oksigen yang ada di dunia dan menyimpan karbon yaitu sekitar 229-247 miliar ton karbon yang melalui fotosintesis, dimana juga dapat mempengaruhi pola dan curah hujan juga cuaca serta mempertahankan dari siklus banjir dan juga sebuah kekeringan yang moderat. Memfasilitasi sebuah siklus yang memiliki nutrisi lebih tinggi pada ekosistem lain. Karena tempatnya terletak di daerah tropis, maka akan menerima banyak sinar matahari yang akan dikonversi menjadi sebuah energi oleh tanaman untuk melalui proses fotosintesis.

Iklim dan pola cuaca global

Hutan hujan yang dimana juga memiliki sebuah peran dalam hal pola cuaca global. Sebagai salah satu contoh, para peneliti yang dimana juga telah menunjukkan bahwa hutan yang ada di Amerika Selatan mempengaruhi sebuah curah hujan yang ada di Amerika Serikat, sementara hutan di Asia Tenggara yang dimana akan mempengaruhi pola hujan yang ada di Eropa tenggara dan juga Cina.

Menjaga siklus air

Peran dari sebuah hutan hujan adalah yang dimana juga akan menambahkan sebuah proses air ke atmosfer yang dimana hal ini sendiri biasanya terjadi lewat proses transpirasi atau dimana sebuah proses pelepasan air dari daun selama proses fotosintesis yang dimana hal ini sendiri berguna untuk menjaga kelembaban dunia.

Di Amazon, sendiri ada 50-80 persen sebuah kelembaban yang dimana biasanya terjadi karena siklus air ekosistem. Ketika hutan nantinya ditebang, sedikit kelembaban yang nantinya akan masuk ke atmosfer dan juga curah hujan yang akan menurun, kadang-kadang juga hal ini yang nantinya akan menyebabkan kekeringan.

Melindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi

Hutan hujan yang dimana juga menjadi salah satu hal yang penting dalam mengurangi sebuah erosi tanah dengan cara menjangkarkan tanah dengan akarnya. Ketika pohon yang nantinya akan ditebang, tidak ada lagi yang nantinya akan bisa melindungi tanah, dan tanah yang nantinya akan dengan cepat tersapu oleh air hujan. Di lereng bukit yang sangat curam, hilangnya hutan yang dimana juga menjadi salah satu hal yang nantinya dapat memicu tanah longsor.

Bagaimana Struktur Pepohonannya?

Hutan hujan yang dimana sudah dicirikan oleh struktur vegetatif unik yang dimana biasanya hutan tersebut yang akan terdiri dari beberapa lapisan vertikal pohon yang juga termasuk kanopi (tajuk), lapisan bawah, lapisan dari semak, dan juga sebuah permukaan tanah. Kanopi yang dimana adalah lapisan cabang dan juga daun yang biasanya dibentuk oleh pohon-pohon hutan hujan yang akan berjarak sekitar 30-40 meter dari sebuah lantai hutan.

Di bawah langit-langit kanopi yang biasanya akan terdapat beberapa tingkat dari daun dan juga cabang yang biasanya dikenal secara kolektif sebagai salah satu tumbuhan bawah. Bagian terendah yaitu  yang adalah tumbuhan bawah, yang dimana tingginya 1,5-6 meter  yang ada di atas lantai, yang dikenal sebagai sebuah lapisan semak, terdiri dari beberapa tanaman semak, perdu dan juga pohon muda. 

Mengapa Ia Kaya dengan Keragaman Hayati?

Hutan hujan tropis yang dimana juga menjadi salah satu tempat yang juga mendukung dari keragaman terbesar atas organisme hidup yang ada di Bumi. Meskipun mereka menutupi kurang dari 2 persen permukaan Bumi, namun ia juga ternyata menampung lebih dari 50 persen vegetasi dan juga satwa yang ada di planet ini. Beberapa faktor penting kenapa kaya akan keanekaragaman yaitu

Kanopi

struktur kanopi yang ada di hutan hujan memberikan banyak sekali tempat bagi vegetasi untuk dapat tumbuh dan juga untuk hewan untuk hidup. Kanopi yang juga menawarkan banyak dari sumber makanan, tempat tinggal, dan juga tempat persembunyian, menyediakan sebuah interaksi antara spesies yang juga  berbeda. Misalnya, saja ada tanaman di kanopi yang dimana disebut bromeliad yang dimana tanaman tersebut menyimpan air di daunnya. Katak dan juga satwa lain yang nantinya akan menggunakan kantong air ini yang dimana di peruntukan untuk berburu dan juga tempat bertelur.

Itulah beberapa Informasi tentang Hutan Hujan Tropis yang dimana ternyata hutan hujan adalah salah satu tempat yang sangat penting untuk kelangsungan Bumi dan juga kehidupan manusia. Oleh karena itu kita sebagai manusia diharuskan menjaga ekosistem hutan agar tetap terjaga. 

Selain Hutan, Inilah Ekosistem Yang Ada Di Indonesia

Dimana, di bumi kita ini untuk ekosistem pertahannya bukan hanya ekosistem pada hutannya saja melainkan beberapa ekositem lainnya yang juga harus kita lestarikan agar tidak mudah hilang karena kelalaian dari manusia dalam menjaga ekosistem ini. sudah pasti, di dalam kehidupan manusia itu akan selalu ada timbal balik antara manusia, tumbuhan serta tempat untuk bertumbuhnya itu sendiri. Dari adanya interaksi ini antara hubungan makhluk hidup dengan lingkungan yang memang untuk membentuk suatu system ekologi inilah yang nanti akan di sebut menjadi Ekosistem.

Kalian bisa lihat di sekitar kalian, pasalnya akan terdapat 2 jenis komponen utama yang ada di ruang lingkup kalian seperti : Komponen Biotik dan juga Komponen Abiotik.

Salah Satu Contoh Hutan Yang Asri

Dan dari 2 komponen ini sendiri merupakan makhluk hidup yang memang tidak akan bisa lepas dari adanya lingkungan terse       but. Dan dari sinilah kita juga bisa mengetahui beberapa jenis ekosistem yang berbeda-beda pada tiap Negara yang ada. Misalnya saja seperti di Indonesia sendiri. Memiliki beberapa ekosistem hutan dan jenis lainnya yang memang harus kalian lestarikan seperti apa yang akan kita jabarkan di bawah ini.

Secara Luas Yang Di Maksud Dengan Ekosistem

Dari sedikitnya ada penjelasan ekosistem itu sendiri merupakan sebuah kesatuan komunitas dan juga adanya lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi untuk membentuk hubungan timbal balik. Misalnya saja pada komunitas Ikan Air Tawar, yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan Ikan, Ai, Udara, Kolam, Tanah serta membutuhkan sinaran matahari.

Untuk ukuran ekosistem ini sendiri memanglah memiliki ukuran yang berbeda, dari ekosistem kecil yang bisa membentuk ekosistem yang besar. Dan ekosistem yang besar inilah di sebut dengan Biosfer. Nah, mengenai ekosistem alami ini bisa kita berikan contoh seperti Sungai, Laut, dan juga Gunung. Sedangkan untuk ekosistem buatan ini sendiri di bentuk oleh manusia seperti Kolam, Ikan, Akuarium, Waduk dan juga Sawah.

Ekosistem – Ekosistem di Indonesia

# Hutan Hujan Tropis

Ini menjadi ekosistem hutan pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Jika dilihat langsung dilintasi garis Khatulistiwa yang membuat Indonesia untuk menjadi salaha satu Negara yang memanglah sudah di anugerahi dengan adanya Hutan Hujan Tropis yang sangatlah subur. Tak hany sebuah flora saja, tetapi mengenai faunannya sangatlah beragam. Selain memang untuk memiliki sebuah panorama yang memanglah sangat menawan, keindahan ekowisata yang akan memiliki sebuah pemandangan yang High Class di mata dunia. Dan mengenai Hutan Hujan ini sangat banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan dan juga Papua.

# Hutan Sabana

Yang kedua ialah Ekosistem Hutan yang langsung di berikan tuhan ke Indonesia. Yakni, ini menjadi Hutan yang memang memiliki area yang ditumbuhi langsung oleh pepohonan dan juga tumbuhan lainnya. Hutan selain memiliki fungsi sebagai paru-paru dunia yang memang menyediakan cadangan air dan oksigen lalu juga memang menjadi rumah bagi banyak Flora serta Fauna. Dari yang biasa hingga yang mematikan pun pasti akan mengisi tiap hutan tersebut.

Nah mengenai hutan Sabana ini sendiri memiliki iklim yang tropis. Terdapatnya di Porvinsi Nusa Tenggara Timur serta Papua. Memanglah, Papua menjadi wilayah yang bagus sekali dengan sector ekosistem alamnya. Ekosistem ini juga di dominasi oleh rumput dan juga semak-semak akasia. Untuk curah hujan sendiri berkisaran 95 sampai 150 cm untuk per tahunnya. Mengenai jenis hewan yang biasanya hidup di hutan Sabana ini mencakup Gajah, Kuda, Macan Tutul, Singa serta hewan pengerat lainnya yang terdapat di dalam hutan tersebut.

# Ekosistem Pergunungan

Jika sebelumnya sudah di ketahui bahwasannya di Indonesia sendiri memiliki 2 ciri khas yang nyata bagi Indonesia. Nah, disini tedapat ssebuah pergunungan yang sangat menjulang. Dimana ini menjadi ekositem ke 3 yang memang sangatlah banyak di Indonesia ini. ekosistem pegunungan di Indonesia ini sendiri memanglah memiliki sebuah karakteristik yang langsung di andai dengan adanya sebuah ketinggian dari adanya permukaan laut atau dpl yang sangat besar. Di pegunungan ini pun juga sudah memberikan sebuah suhu yang sangatlah sejuk , terdapat sebuah lereng yang sangat curam, lalu juga ada daya curah hujan yang memanglah relative tinggi, serta mengenai rawan bencana terutama banget dalam bencana longsor dan juga tedapat letusan gunung api.

Nah, dari sebagian besar kawasan pegunungan ini akan memiliki sebuah ekosistem yang sangatlah khas dan juga kemudian bisa di konservasikan dalam berbagai bentuk kawasan lindung. Nah, misalnya seperti ada Taman Nasional, lalu juga terdapat Hutan Lindung, dan juga terdapat sebuah Kawasan Rawan Bencana serta memiliki juga kawasan Daerah Aliran Sungai atau DAS.

# Ekosistem Lautan

Untuk ekosistem lainnya yang berada di Indonesia ini menjadi ekosistem ke 4 yang di miliki oleh Indonesia seperti Laut. Untuk wisata yang memang ada pada garis depannya yakni pantai. Mengenai garis pantai yang berada di Indonesia ini sendiri memanglah sangat panjang untuk bisa membutuhkan untuk perhatian khusus yang memanglah terjalin demi sebuah keberlangsungan ekosistem laut serta ekosistem pantai. Nah, Pak Presiden Joko Widodo juga sudah menandatangani secara langsung perihal Perpres atau Peraturan Presiden yang tercatat sudah pada nomor 85 tahun 2015 yang menjelaskan langsung mengenai Komite Nasional Prakarsa Segitiga Karang yang memanglah untuk Terumbu Karang itu sendiri, juga untuk perikanannya, dan juga mengenai Ketahanan Pangan atau bisa di sebut juga dengan Komite Nasional CTI – CFF Indonesia yang ada.

Mengenai kerjasama ini sendiri juga memiliki tujuan untuk mengatasi adanya sebuah ancaman yang ada padaekositem lautnya, ada juga pesisirnya, dan juga beberapa pulau kecil yang berada di dalam wiliyah segitiga karang dunia melalui sebuah kecepatan dan juga tindakan dari kolaboratif dengan memiliki pertimbangan yang mengacu pada partisipasi sebagai sebuah pemangku yang sangat berkepentingan di dalam lingkup Negara-negara yang berada di kawasan segitiga karang dunia ini. nah mengenai ekosistem laut yang memanglah deket sekali denga pantai ini diisi dengan : Terumbu Karang, Plankton, serta memiliki tanaman pinggir pantai, kelomang kecil serta sedikitnya ada kepiting – kepitng kecil.

Kerusakan Pada Ekosistem Hutan

Mengenai ekosistem alam yaitu hutan ini akan sangat mudah mengalami sebuah kerusakan yang sudah sering terjadi di Indonesia ini. dimana kerusakan ini sendiri diisi langsung dengan :

  • Penebangan liar pepohonan yang ada. Ntah itu di tebang karena tangan manusia yang mengambil untuk keperluan usaha furniturenya, ada juga untuk kayu-kayu bakar, pembuatan kertas dll.
  • Terdapat banyak sekali kebakaran hutan. Mengakibatkan fauna di dalam hutan menjadi musnah.
  • Ada juga peramban hutan yang dimana para petani yang memanglah bercocok tanam tahunan yang berakibat langsung kepada sebuah ancaman bagi kelestarian hutan itu sendiri.

Nah, itu setidaknya beberapa ekosistem alam yang ada yakni Hutan, Laut, dan juga pegunungannya. Ditambah lagi, kalian juga mengetahui beberapa factor yang biasa sekali memicu kerusakan di dalam hutan itu sendiri. Maka dari itu, lestarikanlah dari sekarang Ekosistem Hutan yang ada di Indonesia ini.