Cara Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Bencana alam yang biasanya sering terjadi di Indonesia, salah satunya adalah kebakaran hutan. Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah sebuah kebakaran hutan. Selama beberapa tahun belakangan ini, banyak kasus kebakaran hutan yang berada di daerah luar pulau Jawa. Sebenarnya apakah yang menyebabkan kebakaran hutan terjadi ? Kebakaran hutan atau kebakaran lahan dapat terjadi karena sebuah kondisi alam atau cuaca yang sekarang ini semakin tidak menentu. Kemarau serta kekeringan yang panjang dapat menyebabkan munculnya titik api. Selain itu, tidak sedikit pula kebakaran hutan tersebut merupakan akibat ulah manusia sendiri dengan tujuan alih fungsi lahan.

Kebakaran hutan memberi banyak sekali kerugian bagi masyarakat terutama para penggemar agen bola petani hutan. Lebih jauh lagi, kebakaran juga berpengaruh kepada perekonomian negara, serta gangguan kesehatan masyarakat akibat terjadinya paparan asap. Seperti peristiwa kebakaran yang pernah terjadi tahun 1997 dan juga tahun 2019. Sebagai seorang masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, sudah semestinya melakukan sebuah pencegahan diri. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Cara Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Pencegahan sebuah kebakaran hutan bukan hanya sebuah kewajiban dari penjaga hutan saja, tetapi juga menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menekan sebuah potensi terjadinya kebakaran hutan di Indonesia, maka cara-cara berikut ini juga nantinya bisa anda terapkan.

Analisa Titik Rawan Kebakaran


Kebakaran hutan atau lahan gambut dapat terjadi oleh adanya titik api yang kemudian menyebar hingga menjadi sebuah api yang besar. Ketika musim kemarau tiba dan juga melanda Indonesia, akan muncul banyak sekali titik api yang umumnya berada di daerah Kalimantan dan juga di Sumatera. Titik api adalah sebuah daerah yang dipenuhi oleh bahan-bahan yang biasanya akan mudah terbakar, seperti rumput kering, kayu dan lainnya. Untuk menentukan sebuah titik rawan kebakaran di suatu daerah, kita juga bisa menggunakan metode Indeks Keetch Bryam.

Metode ini dilakukan dengan sebuah penilaian tentang bahaya kebakaran hutan dengan tingkat kekeringan yang ada pada daerah tertentu. Dengan analisa yang akurat, maka nantinya peluang kebakaran lahan akan dapat dicegah dan juga akan dapat ditangani lebih lanjut.

Melakukan Patroli Secara Rutin

Patroli hutan juga menjadi sebuah hal yang sangat penting dilakukan untuk menjaga keamanan hutan. Terutama dari kemungkinan kebakaran hutan serta penebangan liar. Kebakaran hutan yang marak terjadi sekarang ini, menuntut para patroli atau pengawasan hutan dilakukan lebih sering dan juga lebih ketat lagi. Terutama jika musim kemarau panjang telah tiba, patroli dan pengawasan hutan yang harus lebih sering dilakukan.

Mendeteksi Kebakaran Hutan atau Lahan

Meski sudah dilakukan tindakan pencegahan melalui analisa titik rawan kebakaran, juga patroli dan pengawasan hutan yang ketat. Namun, hutan yang masih berpeluang untuk terbakar. Oleh karena itu, penjaga hutan maupun masyarakat harus siap dengan kemungkinan terburuk yang nantinya akan terjadi. Untuk dapat memaksimalkan tentang langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan tersebut, maka pastikan tetap cermat dan cepat untuk dapat mendeteksi munculnya titik api. Berikut ini ada beberapa langkah yang juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kebakaran hutan dengan cepat, antara lain:

  • Mendirikan menara pengawas dengan jarak pandang yang cukup jauh, lengkap juga dengan adanya teropong, alat deteksi dan juga alat untuk komunikasi.
  • Membangun sebuah pos penjaga di area hutan dan area perbatasan dengan penduduk atau juga lahan usaha.
  • Melakukan sebuah analisa data dari penerbangan, satelit dan juga data cuaca pada area kawasan hutan tersebut.

Mempersiapkan Alat Pemadaman Kebakaran

Semua peralatan yang nantinya dapat berfungsi untuk penanganan kebakaran hutan tentunya harus selalu siap. Hal ini dimaksudkan nantinya agar dapat mempercepat proses pemadaman dan evakuasi jika terjadi kebakaran hutan atau lahan. Penanganan yang cepat dan tepat nantinya akan membantu mengurangi kerugian yang terlalu besar. Membuat tempat penampungan air pada beberapa kawasan yang berpeluang terjadinya kebakaran juga menjadi sebuah hal diperlukan. Hal ini merupakan cara yang juga efektif karena ketersediaan air nantinya akan membantu mempercepat proses pemadaman dan evakuasi.

Selain itu, perlu juga memasang alarm atau peringatan untuk memberi tanda ketika terjadinya sebuah kebakaran. Alarm ini dimaksudkan sebagai cara untuk mem perikanan penjagaan hutan maupun juga volunteer yang ada di sekitar agar segera melakukan pemadaman dan evakuasi dini. Sehingga kebakaran hutan dan lahan nantinya tidak sampai merambat atau menjalar terlalu jauh.

Mengadakan Penyuluhan dan Edukasi

Penyuluhan juga nantinya akan dapat dilakukan secara rutin, agar nantinya dapat memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat tentang mengenai bahaya kebakaran hutan, cara pencegahan kebakaran dan cara penanganannya. Penyuluhan ini juga dapat diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan yang ada di sekitar mereka.

Selain itu, penyuluhan juga bisa menjadi sebuah cara yang dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan juga praktek langsung tentang bagaimana penanganan kebakaran di lapangan. Berikut ini beberapa pengetahuan yang dapat diberikan kepada masyarakat, yaitu antara lain :

  • Tidak boleh sembarangan untuk membakar apapun yang ada di dalam kawasan hutan. Tentu hal ini nantinya akan dapat menyebabkan api menyebar, seperti membakar rumput kering atau membakar plastik.
  • Tidak boleh melakukan pembakaran di dekat area yang rawan terjadinya kebakaran.
  • Setelah selesai membakar sesuatu, pastikan jika api memang sudah benar-benar padam sempurna. Sehingga tidak ada kemungkinan api yang dapat muncul kembali dan menyebar menimbulkan kebakaran hutan.

Jika terlihat sumber api atau kebakaran, segera melapor atau berkomunikasi dengan pos penjaga yang sedang patroli. Agar nantinya cepat ditangani. Memberi pemahaman mengenai sejumlah peraturan, tentang perizinan dan juga pembatasan larangan untuk pembakaran. Peraturan ini yang sudah disusun oleh Departemen Kehutanan dan Sumber Daya Alam. Misalnya juga mengenai jarak minimal melakukan pembakaran, izin dan juga peraturan kegiatan untuk berkemah, peraturan para pekerja hutan, dan juga lain sebagainya.

Sedangkan tips yang dilakukan untuk para pendaki gunung, perhatikan juga hal-hal berikut, untuk nantinya mencegah kebakaran hutan, yaitu:

Tidak perlu membuat sebuah api unggun jika memang tidak diperlukan, lebih baik membawa sebuah sleeping bag yang tebal agar nantinya tidak kedinginan. Bahkan di beberapa gunung sudah di tetapkan larangan api unggun. Namun jika memang dibutuhkan untuk membuat sebuah api unggun, maka pastikan setelah selesai api sudah benar-benar padam. Jangan merokok di kawasan hutan atau jika anda yang memang sudah terlanjur, maka bawalah kembali puntung rokok tersebut dan jangan di buang di hutan. Gunakan cooking set untuk keperluan anda memasak. Jangan gunakan kayu bakar untuk dapat menghindari kemungkinan terjadinya sebuah kebakaran hutan.

Demikian itulah beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk dapat mencegah dan menangani kebakaran hutan. Mengingat hutan adalah sebuah ekosistem yang sangat penting untuk semua makhluk hidup, maka kita harus menjaganya. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, anda dapat mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan cara menanggulangi kebakaran hutan.