Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara

Mitos dari Hutan bunuh bunuh diri yang berada di kawasan Gunung Fuji. Hutan yang indah ini menjadi salah satu lokasi bunuh diri favorit di Jepang. Awal tahun ini ternyata diwarnai dengan adanya sebuah kasus yang menimpa Logan Paul. Merupakan seorang youtuber dengan pengikut 15 juta subscribe tersebut, dirinya mengunggah konten video yang dikecam oleh banyak orang.

Pasalnya adalah di dalam video tersebut, tanpa merasa bersalah Logan yang menampilkan orang yang tengah meninggal bunuh diri di hutan Aokigahara di Jepang. Kareena membuat geram dan membuat publik kecewa, Logan yang sampai harus melakukan permintaan maaf kepada para penonton melalui akun pribadinya.

Fakta Menyeramkan dari Hutan Aokigahara

Di samping itu, hutan Aokigahara ini memang terkenal sangat luas dan juga rimbun, dikenal sebagai tempat populer untuk bunuh diri. Hutan ini yang berada di bawah kaki Gunung Fuji digambarkan selain indah juga menyimpan sisi misterius di dalamnya. Hutan Aokigahara ini menyimpan keindahan di dalamnya berupa hutan yang sangat lebat, rimbun dan juga memiliki udara yang cukup sejuk.

Nah di tempat ini juga terdapat 2 (dua) gua misterius yang ternyata menjadi ciri khusus dari hutan ini. Karena keunikan tersebut jugalah banyak orang yang penasaran dengan hutan ini. Dalam artikel kali ini kami sudah merangkum berapa fakta unik tentang hutan Aokigahara.

Hutan yang sunyi

Hutan Aokigahara mempunyai banyak pepohonan yang rata-rata memiliki tinggi kurang lebih sepuluh kaki. Pepohonan tersebut juga mempunyai daun-daun yang sangat rimbun dan juga padat, sehingga seperti membentuk sebuah kanopi pada hutan tersebut. Oleh karena itu, cahaya matahari,tidak sepenuhnya dapat masuk dan menyinari area hutan. Alhasil hutan Aokigahara yang dapat selalu erat dengan nuansa yang kelam dan juga damai.

Kemudian di hutan Aokigahara ini, jarang sekali ditemukan hewan liar yang berkeliaran di dalam hutan. Mungkin di dalam hutan ini tidak banyak sumber makanan yang ada di sana, sehingga para hewan yang menjauhi hutan tersebut. Dibalik itu, hutan Aokigahara juga dianggap sebagai sebuah hutan yang sangat sunyi.

Bahkan bagi para pejalan kaki yang melewati hutan tersebut, munculnya suara burung merupakan pemandangan yang sangat jarang ditemui, sehingga dapat membuat mereka sangat terkejut ketika mendengarnya. Karena kesunyian dari hutan ini lah, yang kemudian juga dikabarkan suara-suara hantu yang merintih dan menangis nantinya akan bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh.

Bisa membuatmu tersesat

Dari jauh anda yang nantinya akan dapat melihat pemandangan Gunung Fuji yang sangat menenangkan, bersama juga dengan hutan Aokigahara yang berada di bawah kakinya. Hanya saja pemandangan indah tersebut sebenarnya tidak seindah kenyataannya. Pepohonan yang rimbun dan serangan dapat dengan mudah membuat siapa saja yang masuk dapat tersesat.

Itu sebabnya, para pejalan kaki yang melewati Aokigahara yang biasanya akan mengikuti jalan setapak dan juga mereka akan membawa pita berwarna untuk menandai jalan yang sudah mereka lalui. Jika sampai tersesat, GPS dan ponsel di dalam hutan sana tak akan berguna untuk digunakan di dalam hutan tersebut.

Tempat populer untuk melakukan bunuh diri

Aokigahara yang juga sangat sunyi merupakan sebuah tempat yang sunyi serta damai. Mungkin banyak orang yang juga berpikir bahwa hutan ini merupakan sebuah tempat yang tepat untuk peristirahatan terakhir mereka. Sehingga membuat sebagian orang pergi ke hutan Aokigahara hanya untuk bunuh diri, dengan tenang tanpa adanya sebuah gangguan. Oleh karenanya, hutan ini juga telah dianggap sebagai situs bunuh diri terpopuler selain Golden Gate Bridge.

Pemerintah Jepang yang juga sampai harus menyembunyikan angka kematian bunuh diri di dalam hutan Aokigahara, agar menghentikan tempat tersebut menjadi tambah populer. Tak heran jika disana nantinya anda juga akan menemukan sebuah papan peringatan untuk tidak bunuh diri. Biasanya papan tersebut berupa tulisan dengan pesan menggugah seperti halnya, hidup merupakan anugerah berharga bagi orang tuamu atau pikirkan tentang keluargamu.

Roh Yurei

Menurut cerita rakyat Jepang sendiri, roh gentayangan yang juga dikenal dengan nama Yurei, sering dianggap menghantui hutan Aokigahara sejak waktu yang lama. Biasanya ia yang digambarkan dalam sosok wanita yang pucat dengan menggunakan baju putih panjang dan juga rambut hitam. Berdasarkan juga dengan tradisi dan kepercayaan dari masyarakat Jepang, jika mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri maka nantinya roh mereka yang tidak dapat bergabung dengan para leluhur di dunia lain.

Dan karena itulah Yurei bisa gentayangan. Untuk menghindari hal tersebut, biasanya orang-orang yang telah meninggal karena bunuh diri, mayatnya nanti akan ditemani oleh seseorang. Petugas hutan dari Aokigahara biasanya juga akan melakukan sebuah ritual agar arwah orang yang bunuh diri tidak sendirian dan tidak menjadi marah.

Populer sebagai situs bunuh diri sejak lama

Memang sudah lebih dari beberapa dekade diketahui jika hutan Aokigahara, menjadi hutan yang sangat terkenal sebagai situs bunuh diri. Mungkin banyak orang dari kita yang hanya mengetahuinya baru-baru ini saja. Namun, faktanya hutan tersebut populer untuk dijadikan tempat bunuh diri sejak tahun 1950.

Beberapa literatur yang juga dianggap sempat mendongkrak kepopuleran hutan Aokigahara sebagai sebuah tempat bunuh diri. Pada 1960, penulis Seicho Matsumoto yang menulis novel yang disebut dengan nama Kuroi Kaiju. Kisah yang ditulis berakhir tragis yakini dua pasangan yang saling mencintai bunuh diri bersama di hutan tersebut.
Sejak novel itu melejit, kasus bunuh diri di hutan Aokigahara yang juga dikabarkan juga mengalami peningkatan.

Tak hanya novel Matsumoto, Wataru Tsurumui yang juga sempat menciptakan buku kontroversial tentang bunuh diri yaitu pada tahun 1993. Dimana dalam bukunya juga menyebutkan hutan Aokigahara merupakan tempat yang paling tepat untuk dapat mengakhiri hidup. Tak kaget jika buku Tsurumui yang kemudian kerap ditemukan di dekat dengan jasad orang yang sudah bunuh diri di hutan itu.

Cerita kuno orang tua ditinggalkan

Kehidupan yang sulit serta juga kemiskinan, pada saat itu membuat para anak tega membuang orang tua mereka di hutan. Hal ini dilakukan karena zaman dahulu, orang-orang miskin tak memiliki cukup makanan yang bisa diberikan kepada seluruh anggota keluarga mereka. Sehingga, anggota keluarga yang paling tua seperti ibu perlu disingkirkan demi bertahan hidup.

Aokigahara juga menjadi salah satu hutan yang juga dahulu dipakai untuk membuang orang tua mereka. Biasanya para orang tua yang akan ditinggalkan, nantinya akan perlahan meninggal karena kelaparan dan dikabarkan akan menghantui hutan tempat mereka meninggal. Di Jepang, kebiasaan kebiasaan kuno ini disebut dengan nama ubasute. Sebenarnya tak hanya di Jepang saja yang melakukan sebuah tindakan keji tersebut, di sejumlah negara yang ada di kawasan Asia lain seperti halnya Korea juga pernah melakukan hal tersebut dalam masyarakatnya.

Demikian lah tentang hutan Aokigahara, selain kisah misteri yang menyelimuti hutan tersebut. Ternyata hutan Aokigahara adalah sebuah hutan yang indah dengan banyaknya pepohonan dan juga ekosistem hutan yang besar. Hutan tersebut juga menyumbang oksigen untuk bumi. Semoga dengan adanya informasi ini dapat bermanfaat untuk anda dalam menambah pemahaman dengan hutan-hutan yang ada di dunia. Terimakasih.